Sabtu, 11 April 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Angle PerfectAngle Perfect
Angle Perfect - Your source for the latest articles and insights
Beranda 110 rumah 110 rumah Langsa terendam banjir kiriman dari laha...
110 rumah

110 rumah Langsa terendam banjir kiriman dari lahan sawit PTPN

Langsa – 110 rumah Langsa di Kota Langsa, Aceh, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (23/11/2025) malam.

110 rumah Langsa terendam banjir kiriman dari lahan sawit PTPN

Langsa – 110 rumah Langsa di Kota Langsa, Aceh, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (23/11/2025) malam.

Banjir yang terjadi dalam waktu singkat itu diduga disebabkan oleh luapan air dari lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang terletak di hulu kawasan tersebut.

Warga yang tinggal di sejumlah kelurahan, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai, harus menghadapi kondisi sulit setelah rumah mereka terendam air setinggi 1 hingga 2 meter.

Banjir yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada rumah-rumah warga, serta menghancurkan sebagian besar barang-barang yang ada di dalamnya.

Kejadian ini memicu kekhawatiran terkait dampak dari konversi lahan untuk perkebunan sawit yang semakin meluas di kawasan tersebut, dan bagaimana hal ini berpotensi mempengaruhi daya serap tanah terhadap air.

Fakta 1: Banjir Melanda 110 Rumah di Tiga Kelurahan

Banjir yang melanda Langsa pada malam itu menggenangi sejumlah kawasan di Kota Langsa, khususnya di tiga kelurahan yang terletak di pinggir sungai, yaitu Kelurahan Gampong Jawa, Gampong Blang Seunibong, dan Gampong Pahlawan. Warga yang tinggal di kawasan-kawasan ini mengalami kesulitan untuk menyelamatkan harta benda mereka karena air datang begitu cepat.

Sejumlah warga yang ditemui mengungkapkan bahwa mereka tidak menduga banjir akan datang dengan cepat. “Kami biasanya tidak pernah mengalami banjir sebesar ini.

Meskipun hujan turun deras, airnya datang begitu cepat dan langsung menggenangi rumah kami. Dalam hitungan jam, air sudah setinggi lutut, lalu terus naik hingga 1 meter,” kata Ahmad, seorang warga Gampong Blang Seunibong.

110 rumah Langsa
110 rumah Langsa

Baca Juga :  Dua Pohon Tumbang Tutupi Badan Jalan Lintas Nasional di Langsa, Timbulkan Kemacetan

Banjir tersebut menyebabkan kerugian besar bagi warga. Beberapa rumah rusak parah, terutama yang berada di daerah terendah. Air yang menggenangi rumah-rumah tersebut juga membawa serta sampah dan material lain, membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena air yang terus naik.

110 rumah Langsa Penyebab Banjir Diduga Karena Luapan Air dari Lahan Sawit PTPN

Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, penyebab utama dari banjir kali ini diduga terkait dengan sistem pengelolaan air yang tidak memadai pada lahan perkebunan kelapa sawit milik PTPN yang terletak di hulu daerah Langsa. Hujan lebat yang mengguyur kawasan perkebunan sawit menyebabkan air yang berasal dari sungai dan saluran drainase meluap dan mengarah ke pemukiman warga yang berada di sepanjang aliran sungai.

Kepala BPBD Langsa, Irfan Nasution, menjelaskan bahwa air hujan dari kawasan perkebunan sawit mengalir ke sungai yang tidak mampu menampung debit air yang sangat tinggi. “Kita melihat bahwa luapan air ini berasal dari drainase yang ada di sekitar perkebunan sawit. Drainase yang ada di sana tidak cukup besar untuk menampung volume air yang datang begitu deras. Akibatnya, air pun meluap dan masuk ke pemukiman warga,” ujar Irfan.

Pihak BPBD juga menilai bahwa pemanfaatan lahan untuk perkebunan sawit di sekitar kawasan hulu sungai ini mempengaruhi daya serap tanah terhadap air. Penggunaan lahan yang luas dan terbuka untuk perkebunan sawit mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya banjir.

Warga Mendesak Tanggung Jawab Pihak PTPN

Warga yang terdampak banjir mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap perusahaan perkebunan sawit yang mereka anggap tidak bertanggung jawab terhadap bencana yang menimpa mereka. Sejumlah warga mengklaim bahwa sejak perkebunan sawit milik PTPN beroperasi di daerah tersebut, masalah banjir semakin sering terjadi, terutama saat musim hujan.

“Kami sudah sering mengeluh soal masalah banjir ini, tapi tidak ada tanggapan serius dari pihak PTPN.

Warga setempat menuntut agar pihak PTPN bertanggung jawab atas kejadian ini, dan segera melakukan upaya perbaikan terhadap pengelolaan drainase dan pengendalian aliran air di sekitar kawasan perkebunan sawit mereka. Beberapa warga juga meminta agar perusahaan melakukan program pemulihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

110 rumah Langsa Tanggapan Pihak PTPN dan Pemerintah

Menanggapi tuduhan tersebut, pihak PTPN menyatakan bahwa mereka telah melakukan sejumlah langkah untuk mengelola drainase dan saluran air di sekitar area perkebunan sawit.

Namun, mereka mengakui bahwa hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memang menyebabkan volume air yang sangat besar, yang sulit untuk ditampung oleh sistem drainase yang ada.

“PTPN berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan terus memperbaiki sistem drainase di area perkebunan. Namun, hujan dengan intensitas sangat tinggi ini menyebabkan luapan air yang lebih besar dari kapasitas yang ada,” ujar Hendra Saputra, perwakilan dari PTPN, dalam keterangannya kepada wartawan.

“Pemerintah akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak PTPN terkait upaya perbaikan infrastruktur drainase. Kami juga akan mengevaluasi sistem tata kelola air di kawasan tersebut untuk mencegah banjir di kemudian hari,” ujar Walikota Langsa, M. Ali, dalam pernyataannya.

Dampak Banjir pada Ekonomi dan Kehidupan Warga

Selain kerusakan rumah, banjir yang melanda Langsa juga berdampak pada ekonomi warga. Banyak toko-toko kecil dan usaha perorangan yang terpaksa tutup sementara karena terendam air. Beberapa petani juga mengalami kerugian karena sawah dan tanaman mereka juga ikut terendam. Akibatnya, pendapatan mereka terancam hilang, terutama menjelang musim panen.

Banjir ini juga menambah beban kehidupan warga yang sudah hidup dalam kondisi sulit, terutama bagi mereka yang tinggal di rumah-rumah yang rusak parah

Perlunya Penanganan Lebih Lanjut terhadap Pengelolaan Air dan Lahan

Banjir yang melanda Langsa ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pengelolaan lingkungan di sekitar area perkebunan, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola air dan drainase.

Tags: 110 rumah Langsa Penyebab Banjir Gampong Blang Seunibong menyelamatkan harta benda mereka