Sabtu, 11 April 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Angle PerfectAngle Perfect
Angle Perfect - Your source for the latest articles and insights
Beranda Bandar Narkoba Bandar Narkoba di Banyuasin Diringkus, Polisi Hada...
Bandar Narkoba

Bandar Narkoba di Banyuasin Diringkus, Polisi Hadapi Drama Warga Sekitar

Langsa – Bandar Narkoba di Banyuasin Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Banyuasin dengan menangkap seorang bandar

Bandar Narkoba di Banyuasin Diringkus, Polisi Hadapi Drama Warga Sekitar

Langsa – Bandar Narkoba di Banyuasin Polda Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berhasil menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Banyuasin dengan menangkap seorang bandar narkoba berinisial AM, yang diduga telah menjadi otak dari jaringan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi di wilayah tersebut. Penangkapan yang dilakukan pada 21 November 2025 ini menandai keberhasilan aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di kawasan Sumatera Selatan yang kian meresahkan.

Namun, di balik keberhasilan tersebut, aparat kepolisian juga menghadapi perlawanan dari warga sekitar yang mencoba menghalangi proses penangkapan. Situasi ini menambah dramatisnya proses penangkapan yang berlangsung tegang dan penuh drama.

Penangkapan Bandar Narkoba AM di Banyuasin

Penangkapan AM bermula dari penyelidikan intensif yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, yang telah memantau pergerakan AM selama beberapa bulan terakhir. AM, yang dikenal sebagai salah satu bandar besar di Banyuasin, diduga mengendalikan peredaran narkoba yang melibatkan jaringan internasional. Polisi memperoleh informasi bahwa AM seringkali melakukan transaksi narkoba di sebuah rumah yang terletak di Desa Pahlawan, Kecamatan Banyuasin.

Setelah mendapatkan bukti yang cukup, tim gabungan dari Polda Sumsel dan Polres Banyuasin melakukan penggerebekan pada pagi hari, sekitar pukul 04.30 WIB. Begitu polisi tiba di lokasi, AM mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap setelah beberapa menit kejar-kejaran. Selain menangkap AM, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk narkoba jenis sabu-sabu seberat 3 kilogram dan 500 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam kamar tidur rumah tersebut.

Bandar Narkoba di Banyuasin
Bandar Narkoba di Banyuasin

Baca Juga :  Lencana Polri dalam Mobil Bermuatan Ekstasi yang Laka di Tol

AM merupakan salah satu pemain besar dalam jaringan narkoba yang cukup meresahkan di Banyuasin dan sekitarnya. Kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang cukup besar, dan saat ini kami sedang mendalami jaringan yang lebih luas,” ujar Kombes Pol. Ahmad Jufri, Kapolda Sumsel, dalam konferensi pers yang digelar setelah penangkapan

Selain narkoba, petugas juga menemukan sejumlah alat bukti lainnya, seperti timbangan digital, plastik pembungkus, dan uang tunai yang diduga hasil dari transaksi narkoba. AM, yang berusia 38 tahun, kini telah ditahan di tahanan Polda Sumsel dan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Drama Warga yang Menghalangi Penangkapan

Meski proses penangkapan berjalan lancar, kejadian di sekitar rumah AM sempat menegangkan. Beberapa warga sekitar yang mengetahui adanya penggerebekan tiba-tiba berkumpul di lokasi dan mulai berteriak serta menghalangi petugas. Mereka tampak kesal dan emosi, bahkan ada yang mencoba merangsek mendekat ke arah polisi. Beberapa dari mereka terlibat dalam perdebatan panas dengan petugas yang sedang melakukan tugasnya.

Menurut keterangan petugas, situasi semakin memanas ketika sejumlah orang yang diduga kerabat dan teman AM berusaha menghalangi polisi. Warga-warga tersebut tampak berusaha mempengaruhi polisi dengan mengatakan bahwa AM adalah orang baik dan tidak mungkin terlibat dalam peredaran narkoba.

“Ini sudah tidak adil! AM bukan seperti yang kalian kira. Dia orang baik dan tidak terlibat narkoba!” teriak seorang wanita yang tampaknya merupakan kerabat dekat AM.

Drama warga ini berlangsung cukup lama, bahkan hampir menyebabkan kericuhan. Namun, dengan sigap dan profesional, petugas kepolisian berhasil mengendalikan situasi dan akhirnya mengamankan AM tanpa ada korban atau insiden yang lebih besar. Beberapa warga yang dianggap melakukan provokasi diamankan untuk dimintai keterangan.

“Ini adalah bagian dari tantangan yang sering kami hadapi dalam penanganan kasus narkoba. Kami mengerti bahwa di lingkungan tersebut banyak yang terjerat atau terpengaruh, namun kami tetap menjalankan tugas dengan mengutamakan keamanan dan ketertiban,” ujar AKBP Rudi Setiawan, Kapolres Banyuasin, yang turut memimpin penggerebekan tersebut.

Penyelidikan Lebih Lanjut dan Jaringan Narkoba

Pasca-penangkapan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terhadap jaringan narkoba yang dipimpin oleh AM.

Polisi saat ini tengah menelusuri siapa saja yang terlibat dalam jaringan ini, baik di tingkat distribusi maupun pemasokan barang haram tersebut. “Kami juga sedang memeriksa beberapa orang yang telah kami amankan dalam penggerebekan ini untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam jaringan AM. Kami akan terus mengembangkan kasus ini,” ujar Kombes Pol. Ahmad Jufri.

Sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkoba di wilayah Sumsel, Polda Sumsel juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap lebih lanjut peredaran narkoba yang masuk ke wilayah Banyuasin dan sekitarnya. Polisi memperkirakan bahwa AM telah melakukan transaksi narkoba secara besar-besaran dan menggunakan beberapa metode untuk mengelabui petugas, seperti menggunakan kendaraan pribadi dan jalur-jalur yang sulit dijangkau.

Pernyataan Warga dan Masyarakat

Meski ada perlawanan dari sebagian warga, banyak juga yang menyambut baik penangkapan ini. Salah seorang warga setempat, Andi (40), mengungkapkan bahwa peredaran narkoba di Banyuasin sudah menjadi masalah serius yang merusak generasi muda. “Kami sangat mendukung langkah kepolisian. Ini adalah langkah yang tepat untuk membersihkan lingkungan dari peredaran narkoba yang meresahkan. Banyak anak muda yang terjerumus, dan mereka harus diberantas,” ujarnya.

Namun, Andi juga menambahkan bahwa warga di sekitar AM seharusnya lebih berhati-hati dalam mendukung orang yang terlibat dalam kejahatan. “Terkadang, orang terdekat tidak tahu kalau dia sudah terjerat dalam jaringan narkoba. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” tambahnya.

Dukungan dari Pemerintah dan Penanggulangan Narkoba

Tindak lanjut atas kasus ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam memerangi peredaran narkoba di tingkat lokal. Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan dukungannya terhadap langkah polisi dalam pemberantasan narkoba di wilayahnya. “Kami sangat mendukung upaya kepolisian dalam memberantas narkoba. Ini adalah masalah serius yang harus kita atasi bersama. Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan Sumsel bebas dari narkoba,” katanya.

Penutupan: Melawan Peredaran Narkoba

 Meskipun menghadapi perlawanan dari beberapa warga, pihak kepolisian tetap menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya

Tags: konferensi pers yang digelar setelah penangkapan Penangkapan Bandar Narkoba AM di Banyuasin Penyelidikan Lebih Lanjut dan Jaringan Narkoba