Jeritan Langsa – UTU Lepas 4 Tim pengabdian masyarakat yang akan berangkat ke empat lokasi terdampak bencana di Provinsi Aceh. Tim yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan relawan ini akan melaksanakan berbagai program tanggap bencana untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak dari bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Aceh dalam beberapa pekan terakhir.
Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UTU, Dr. Hasan Basri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial UTU sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti bencana alam. “Kami dari Universitas Teuku Umar merasa memiliki kewajiban moral untuk membantu sesama, terutama di masa-masa sulit seperti saat bencana. Melalui tim pengabdian ini, kami berharap bisa memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dr. Hasan Basri, Rabu, 9 Desember 2025.
Empat Lokasi Terdampak: Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, dan Bener Meriah
Adapun empat lokasi yang menjadi fokus utama tim pengabdian tanggap bencana UTU kali ini adalah daerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, yaitu:
-
Aceh Besar – Wilayah yang terdampak banjir cukup parah, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan merendam banyak rumah warga.
-
Pidie – Mengalami bencana tanah longsor yang memutus akses jalan serta merusak banyak rumah dan lahan pertanian.
-
Aceh Utara – Terkena dampak bencana banjir yang meluas, menggenangi permukiman dan fasilitas umum, serta menghancurkan tanaman pertanian.
-
Bener Meriah – Banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan kerugian besar pada sektor pertanian dan menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga : Puskesmas Siblah Krueng Bireuen Buka Posko Layani Pengungsi Banjir
UTU Lepas 4 Tim Bencana yang melanda empat kabupaten ini membuat ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal, dan banyak infrastruktur yang rusak parah. Kerugian materiel ditambah dengan hilangnya sumber penghidupan bagi banyak warga yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, menjadikan kondisi tersebut semakin sulit untuk dipulihkan tanpa bantuan yang memadai.
Tugas dan Fokus Tim Pengabdian: Membantu Pemulihan Masyarakat
Setelah dilepas secara simbolis di kampus UTU, keempat tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik, kesehatan, hingga ilmu sosial, langsung menuju masing-masing lokasi. Tugas utama mereka adalah memberikan bantuan dan pendampingan dalam beberapa bidang, antara lain:
-
Pemulihan Infrastruktur dan Perbaikan Rumah
Tim UTU akan membantu masyarakat memperbaiki infrastruktur yang rusak, seperti jembatan, jalan, serta rumah-rumah warga yang terdampak bencana. Beberapa mahasiswa dan dosen dari Fakultas Teknik UTU turut berpartisipasi dalam misi ini dengan melakukan survei dan perencanaan perbaikan infrastruktur yang tepat. -
Bantuan Medis dan Kesehatan
Tim medis dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UTU akan memberikan layanan kesehatan darurat kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengobatan bagi korban luka-luka dan penyuluhan kesehatan terkait pencegahan penyakit pasca-bencana. Selain itu, mereka juga akan menyiapkan obat-obatan serta peralatan medis yang dibutuhkan untuk penanganan korban. -
Selain itu, psikolog dari UTU akan melakukan pendampingan bagi korban bencana untuk mengatasi trauma yang ditimbulkan akibat bencana.
Dukungan dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemulihan Bencana
Ini adalah upaya bersama untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana,” ujar Prof. Dr. H. Muhammad Nurdin, Rektor UTU.
Respon Positif dari Masyarakat Terdampak
Masyarakat di lokasi terdampak bencana menyambut baik kedatangan tim pengabdian dari UTU. Siti Nurhaliza, salah seorang warga Aceh Besar yang rumahnya rusak akibat banjir, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UTU. “Kami sangat bersyukur karena kampus ini datang membantu kami. Setelah rumah kami rusak, kami tidak tahu harus mulai dari mana. Bantuan yang diberikan sangat membantu, terutama untuk membersihkan rumah dan mendapatkan makanan serta obat-obatan,” ujarnya.
Komitmen UTU: Membangun Solidaritas untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dalam penutupan acara pelepasan tim pengabdian, Rektor UTU, Prof. Dr. H.
“Kami tidak hanya mengutamakan pendidikan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat Aceh bisa bangkit kembali dan menjalani hidup dengan lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan visi UTU untuk menjadi perguruan tinggi yang peduli terhadap masalah sosial dan kemanusiaan.
Kesimpulan: Kolaborasi untuk Pemulihan yang Lebih Baik
Semoga usaha yang dilakukan oleh UTU dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh.