Langsa – Wali Kota Langsa Temui Banjir besar yang melanda Kota Langsa, Aceh, sejak awal pekan ini telah menimbulkan kerusakan parah dan mempengaruhi ribuan warga.
Ribuan rumah terendam, jalan-jalan utama terputus, dan akses ke sejumlah wilayah sulit dijangkau. Sebagai respons terhadap bencana ini, Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, melakukan pertemuan dengan mantan Gubernur Aceh yang kini juga Ketua Partai Aceh, Muzakir Manaf atau yang lebih akrab disapa Mualem, untuk meminta bantuan darurat bagi korban banjir.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (27/11) di kantor Partai Aceh di Banda Aceh, Wali Kota Langsa mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi bencana yang semakin memburuk di wilayahnya.
Usman Abdullah menyampaikan bahwa meskipun tim SAR dan relawan telah berupaya maksimal, kebutuhan akan bantuan logistik dan sumber daya untuk evakuasi dan pemulihan masih sangat mendesak.
Wali Kota Langsa Temui Banjir Melanda Kota Langsa, Ribuan Warga Terdampak
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/evakuasi-korban-banjir-27112025.jpg)
Baca Juga : 88 Orang Luka Luka saat Bencana di Sumut Ribuan Warga Ngungsi
Sejak hujan lebat mengguyur Kota Langsa pada awal minggu ini, banjir yang terjadi semakin meluas dan parah.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, sekitar 3.500 rumah terendam banjir, sementara lebih dari 10.000 warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yang membuat akses transportasi menjadi terganggu.
“Warga yang terjebak di rumah-rumah mereka sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan, air bersih, dan obat-obatan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera mendistribusikan bantuan, namun kami sangat membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah provinsi dan pusat,” ujar Wali Kota Langsa, Usman Abdullah.
Pertemuan Wali Kota Langsa dengan Mualem
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Langsa menjelaskan kondisi darurat yang dihadapi warganya dan meminta Mualem untuk menggunakan pengaruh politiknya agar bisa segera memobilisasi bantuan dari berbagai pihak. Usman juga mengusulkan agar pemerintah Aceh segera mengalokasikan dana darurat untuk korban banjir, serta memfasilitasi pengiriman tim medis dan tenaga relawan ke lokasi bencana.
“Saat ini, yang paling mendesak adalah bantuan pangan dan obat-obatan untuk warga yang mengungsi. Banyak yang membutuhkan perhatian khusus, seperti balita, lansia, dan penderita penyakit kronis. Selain itu, kami juga memerlukan kendaraan untuk evakuasi dan transportasi bantuan,” jelas Usman Abdullah.
“Saya sangat memahami situasi darurat ini. Saya akan segera berkomunikasi dengan pemerintah Aceh dan pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan dapat segera sampai ke Langsa. Selain itu, saya juga akan menggerakkan relawan dan organisasi sosial untuk ikut serta dalam upaya pemulihan pasca-banjir,” ujar Mualem dengan tegas.
Dukungan dari Partai Aceh dan Organisasi Sosial
“Saya akan pastikan bahwa relawan dari Partai Aceh turun langsung ke lapangan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan, serta memulihkan kembali infrastruktur yang rusak.
Wali Kota Langsa juga mengingatkan bahwa banyak warga yang kehilangan harta benda mereka akibat banjir, sehingga kebutuhan akan bantuan logistik dan pemulihan tempat tinggal sangat mendesak.
Tantangan Evakuasi dan Pemulihan Infrastruktur
“Kami sedang berkoordinasi dengan tim SAR dan BPBD untuk memastikan evakuasi dapat dilakukan dengan aman dan cepat. Tetapi, kita juga memerlukan alat berat untuk membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir di jalan-jalan utama,” ungkap Usman Abdullah.
Selain itu, kerusakan infrastruktur seperti jembatan dan fasilitas umum juga menjadi masalah besar. Beberapa jembatan yang menghubungkan Langsa dengan daerah lainnya terputus, sehingga distribusi bantuan dan mobilitas warga terhambat.
Respons Pemerintah Provinsi dan Pusat
Setelah pertemuan antara Wali Kota Langsa dan Mualem, beberapa pejabat pemerintah provinsi Aceh dan BPBD Aceh berjanji akan segera turun tangan untuk mengatasi bencana ini.
“Kami akan segera menurunkan tim dan bantuan untuk Langsa. Selain itu, kami juga meminta pihak-pihak terkait di tingkat pusat untuk segera mengalokasikan dana darurat dan sumber daya lainnya untuk membantu pemulihan pasca-banjir,” kata Nova Iriansyah dalam konferensi persnya.
Pemerintah pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga menyatakan siap untuk memberikan bantuan darurat dalam bentuk logistik dan tenaga medis untuk korban banjir di Aceh. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial akan segera mengirimkan bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Kesiapsiagaan di Masa Depan
Sementara itu, Usman Abdullah juga menekankan pentingnya persiapan untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan. Menurutnya, upaya untuk meningkatkan sistem drainase, normalisasi sungai, serta pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap bencana perlu menjadi prioritas pemerintah Kota Langsa.
“Selain penanganan bencana yang sedang berlangsung, kami juga perlu memperhatikan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Infrastruktur yang lebih baik dan sistem mitigasi bencana yang lebih siap harus menjadi fokus kita ke depan,” ujarnya.