Langsa – Walkot Palembang Perbaiki kembali menggenjot program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tahun ini, Wali Kota Palembang menargetkan 1.500 unit RTLH diperbaiki secara bertahap dengan fokus utama pada 6 kecamatan yang dinilai memiliki angka kerusakan hunian paling tinggi.
Program ini menjadi salah satu agenda prioritas Pemkot untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat tinggal di rumah yang aman, sehat, dan layak. Selain renovasi fisik, pemerintah juga menekankan pentingnya pendampingan sosial bagi penerima manfaat.
6 Kecamatan Jadi Titik Prioritas
Enam kecamatan yang menjadi fokus perbaikan RTLH tahun ini antara lain:
-
Seberang Ulu I
-
Seberang Ulu II
-
Kertapati
-
Plaju
-
Ilir Timur II
-
Bukit Kecil

Baca Juga : Firdaus Optimis Kawasan Industri Takalar Bakal Dongkrak Ekonomi Daerah
Keenam wilayah tersebut ditetapkan sebagai prioritas berdasarkan hasil pendataan lapangan serta laporan dari lurah dan camat terkait kondisi hunian warga.
“Kami ingin memastikan warga yang tinggal di rumah tidak layak segera mendapatkan bantuan. Enam kecamatan ini menjadi fokus awal karena tingkat kerusakan bangunan cukup tinggi,” kata Wali Kota Palembang dalam keterangan resmi.
Anggaran Dibantu Pusat dan Daerah
Program perbaikan RTLH ini dibiayai melalui kombinasi anggaran:
-
APBD Kota Palembang,
-
Bantuan pemerintah pusat,
-
Program kolaborasi CSR dari sejumlah perusahaan,
-
Serta kontribusi dari pihak swasta dan komunitas peduli perumahan.
Dengan skema pendanaan tersebut, pemerintah berharap proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat tanpa terkendala pembiayaan.
Jenis Perbaikan: Dari Struktur hingga Sanitasi
Perbaikan RTLH tidak hanya sekadar mengubah tampilan rumah, tetapi juga menyentuh aspek mendasar yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan penghuni.
Jenis perbaikan meliputi:
-
Perbaikan atap bocor,
-
Penguatan struktur bangunan,
-
Perbaikan lantai dan dinding yang rapuh,
-
Pemasangan fasilitas sanitasi dan MCK layak,
-
Perbaikan instalasi listrik untuk menghindari potensi kebakaran,
-
Serta penyediaan ventilasi untuk kualitas udara yang lebih baik.
Pemkot menegaskan bahwa rumah yang diperbaiki harus memenuhi standar rumah layak huni sesuai aturan nasional.
Proses Perbaikan Bertahap, Pantauan Ketat dari Pemkot
Pemkot Palembang membentuk tim monitoring khusus untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai rencana dan tidak ada penyalahgunaan anggaran. Tim ini melibatkan unsur:
-
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman,
-
Dinas PU,
-
Perangkat desa/kelurahan,
-
Dan pihak kecamatan.
Proses renovasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari verifikasi data, survey kondisi rumah, hingga penentuan skala prioritas.
Harapan Wali Kota: Tidak Ada Lagi Warga Tinggal di Rumah Berbahaya
Dalam paparannya, Wali Kota menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjaga keselamatan warga.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Palembang yang tinggal di rumah yang membahayakan nyawa. Ini tentang martabat dan masa depan keluarga,” ujarnya.
Pemkot juga mendorong warga untuk proaktif mengajukan laporan jika mengetahui tetangga atau keluarga yang tinggal di rumah tidak layak namun belum terdata.
Respons Warga Sangat Positif
Warga di sejumlah kecamatan prioritas menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah. Banyak dari mereka mengaku sudah bertahun-tahun menunggu bantuan perbaikan rumah, terutama keluarga berpenghasilan rendah yang kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri.
Seorang warga di Kecamatan Seberang Ulu II mengatakan, “Rumah kami sudah lama rusak, atap bocor dan dinding rapuh. Alhamdulillah akhirnya dapat bantuan tahun ini.”
Dukungan Komunitas dan CSR Perusahaan
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, sejumlah perusahaan di Palembang juga turut mendukung program ini melalui penyaluran CSR. Beberapa komunitas sosial pun ikut terlibat, terutama dalam membantu tenaga kerja hingga penggalangan bahan bangunan.
Kolaborasi ini membuat proses renovasi lebih cepat dan menjangkau lebih banyak rumah.
Arah Pembangunan Kota: Kota Layak Huni untuk Semua
Program perbaikan RTLH menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemerintah Kota Palembang untuk membangun kota yang layak huni, inklusif, dan ramah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan target perbaikan 1.500 rumah tahun ini, Pemkot berharap kualitas hidup ribuan keluarga dapat meningkat, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota.